Jumat, 13 November 2015

 Danau Kastoba, bukan danau toba, kalau danau toba letaknya ada di pulau sumatra sedangkan danau kastoba letaknya di pulau bawean, pulau kecil sebelah utara pulau jawa tepatnya di jawa timur.
Sedikit berbeda dengan danau toba, danau kastoba ini tempatnya masih benar benar masih sangat natural, suara alamnya masih sangat terasa di telinga kita dengan pepohonan pohanan yang mengiilingi danau kastoba bila kita .  menuju ke danau kastoba ini saja tidak mudah perlu berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh, dengan infrasturuktur jalan yang belum selesai, kita harus mendakinya dengan infrasturuktur yang apa adanya. Tapi disitulah keseruan bila pergi ke Danau kastoba.
Danau kastoba merupakan tempat wisata yang terkenal di pulau bawean karena letaknya beda dengan danau yang lain.
Di danau kastoba ini terletak di area perbukitan tepatnya di kecamatan  tambak, danau kastoba merupakan satu satunya danau yang ada di pulau bawean yang keindahannya tidak diragukan lagi bahkan terkenan hingga sampai mancanegara.

Danau kastoba di pulau bawean ini selalu ramai di kunjungi wisatawan ketika hari libur tiba, bahkan masyarakat pulau bawean sendiri  meskipun tidak mudah untuk menuju danau tersebut tidak menjadi halangan wisatawan untuk mengunjungi danau kastoba ini, tapi disinilah yang bikin menarik untuk menuju Danau Kastoba apalagi para wisatawan yang suka eksplorer dan menjelajah. 
Sebenarnya ada cerita menarik di balik terbentuknya Danau Kastoba sehingga Danau kastoba ini memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan, meskipun nama danau ini yang masih agak sedikit asing ditelinga namun danau tersebut layak  untuk dikunjungi. Pengunjung danau kastoba ini mulai dari penduduk yang tinggal dipulau bawean itu sendirihingga pengunjung yang berasal diluar pulau bawean yang sengaja memilih danau kastoba dan tempat tempat wisata yang lain sebagai tujuannya.

Kamis, 12 November 2015

pulau bawean adalah salah satu pulau yang sangat berpotensi untuk di kembangkan di bidang parawisata, mengapa tidak? bawean teletak di antara dua pulau yaitu pulau jawa dan kalimantan, sehingga pulau bawean di kelilingi oleh lautan yang sangat luas, dan juga keadaan alam yang sangat indah dengan tanah yang subur dan pebukitan yang jumlahnya puluhan, tidak hanya itu pulau bawean di kelilingi pulau kecil-kecil. sehingga membuat bawean tampak mengagumkan jika kita lihat panoram lautan yang indah dengan berhiaskan pulau kecil di sekitarnya,
                 di bawean juga ada berbagai macam objek wisata seperti pantai, air terjun,pebukitan,danau,sungai, hutan bakau, kepulauan kecil, jurang yang indah dan terumbu karang yang sangat menakjubkan. di bawean kita bisa menikamati keindahan alam yang indah dengan nyaman aman dan mura, salah satu tempat wisata yang sering di kunjungi dan sangat di kenal oleh warga bawean yaitu wisata penangkaran hewan lindung yaitu rusa bawean.
di bawah ini tempat-tempat yang dapat kita kunjungi dan bisa untuk menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata Anda salah satunya adalah PULAU GUSONG yang terletak di Kecamatan Tambak yang terkenal dengan keindahannya yang sangat fantastik  dan menakjubkan. PULAU GUSONG sebenarnya hampir sama dengan PULAU GILI 
 banyak tempat wisata yang bisa di kunjungi di pulau bawean yang tidak kalah dengan tempat wisata yang lain seperti yang telah disebutkan di atas 
bawean memiliki keistimewaan tersendiri dalam wisatanya sehingga banyak wisatawan dan manca negara yang berbondong bondong ke pulau bawean untuk rekreasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rabu, 11 November 2015

Keindahan Pulau Gili - Pulau gili adalah sebuah pulau yang terletah di sebelah timur pulau bawean, jaraknya kurang lebih sekitar 2 kilometer. Untuk bisa sampai di pulau ini kita bisa menyewa perahu yang bisa ditempuh dengan waktu sekitar kurang lebih 20-an menit.

Keindahan pulau gilli ini mempunyai keindahan pantai yang berpasir putih, air lautnya yang jernih serta pemandangan alamnya yang masih sangat alami, kita bisa bermain air, berjemur, berenang, menyelam, berkemah, tapi jangan lupa untuk membawa peralatannya sendiri..
Selain itu ketika berada dipulau gili ini kita bisa berkunjung di pulau kecil yang berada disekitarnya yang terkenal adalah pulau noko yang jaraknya berdekatan dengan pulau gili ini. Pulau gili  tidak seperti pulau noko, pulau gili ini memiliki penghuni sekitar 200-an kepala keluarga.



pulau Gili sekarang terkenal dengan jembatan apungnya yang berwarni warni yang baru di bangun pada tahun 2015 sekarang ini yang menambah keindahan lautnya sehingga banyak orang yang berwisata ke pulau bawean khususnya pulau gili  dan NUKO  . sebenarnya banyak pulau di bawean yang terkenal dengan tempat wisatanya yang sangat luar biasa. banyak wisatawan yang berlibur ke pulau bawean hanya untuk rekreasi walaupun mereka mempunya sedikit waktu.  

Dengan keindahan alam yang ditawarkan pulau gili ini menjadikan tempat ini wajib untuk dikunjungi ketika kita mengunjungi pulau bawean. Untuk transportasinya kita bisa melalui desa sidogedungbatu, kepuh, tambak, dan sangkapura.

Bawean adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 150 kilometer sebelah utara Pulau Jawa. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
Bawean memiliki 2 kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 70.000 jiwa, kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan atau petani selain juga menjadi TKI di Malaysia dan Singapura. Etnis mayoritas penduduk Bawean adalah Suku Bawean, diikuti oleh Suku Jawa, Madura dan suku-suku lain misalnya Bugis dan Mandailing.

Bahasa pertuturan mereka adalah bahasa Bawean. Bukannya bahasa Madura seperti yg dimaklumkan sebelum ini. Bangsa Madura adalah bangsa pendatang di kepulauan Bawean.


Geografi
Diameter pulau Bawean kira-kira 12 kilometer dan jalan yang melingkari pulau ini kira-kira panjangnya 70km dan bisa ditempuh dalam waktu 1-2 jam. Bawean memiliki atraksi pariwisata yang cukup menawan, terutama pantai-pantainya. Ada juga sebuah danau yang terletak tepat di tengah-tengah pulau bernama Danau Kastoba. Beberapa pulau kecil ("gili") juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Pulau Bawean yang berbentuk menyerupai lingkaran memiliki luas ± 190 Km2 dengan jumlah penduduk sekitar 68.086 jiwa ini terletak ± 150 Km dari sebeleh Utara Pulau Jawa. Kondisi Pulau bawean yang realtif kecil dan cukup terisolasi dengan jumlah penduduk yang cukup padat maka isu-isu pemanfaatan air dalam pulau cukup relevan untuk diangkat.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kawasan Suaka Alam P. Bawean yang saat ini menutupi sekitar 63 % areal daratan Pulau Bawean berfungsi sebagai penyangga hidup (buffer zone) meningat jasa ekologinya dapat memberikan konstribusi yang sangat berharga bagi kehidupan. Salah satunya adalah fungsi hidroorologis.. Fungsi hidroorologis yang dimaksud adalah mampu menyuplai air secara kontinyu baik untuk fungsi irigasi, pertanian amupun kehidupan lainnya yang sangat penting bagi masyarakat Pulau Bawean.

Sumber dan Penguna Air
Adanya sumber-sumber air di Pulau Bawean karena menyediakan tempat resapan air seperti hutan primer di kawasan G. Nangka, G. Besar, G. Bengkoang, G. Dedawang dan juga menyediakan danau sebagai tempat resapan air yaitu Danau Kastoba dengan vegetasi yang masih utuh mengitari sekeliling danau. Ada banyak sumber air di Pulau Bawean tapi sampai saat ini belum pernah dihitung berapa besarnya jasa hidrologi secara menyeluruh di Pulau Bawean. Namun demikian dari data pemanfaatan air yang sudah ada, rekan-rekan polhut di Bawean telah mengumpulkan data pada tahun 2003 ini tercatat ada 18 sumber air berasal dari sumber di dalam kawasan Suaka Alam Pulau Bawean yang sudah dimanfaatkan untuk kepentingan sehari-hari seperti minum, cuci, mandi dll. Ke 18 sumber air tersebut telah dimanfaatkan oleh masyarakat dari 46 dusun dari 16 desa dalam 2 wilayah kecamatan Sangkapura dan Tambak.
Saat ini pemanfaatan air dari sumber-sumber teresebut belum dikelola secara baik, pengguna air dari masing-masing desa menggunakan saluran sendiri-sendiri menggunakan pipa paralon dengan berbagai ukuran. Bahkan satu sumber air terpasang beberapa pipa paralon sehingga berseliweran pipa-pipa yang terkesan semrawut.
Dari sekian banyak sumber air yang dimanfaatkan baru beberapa saja yang menggunakan bak penampungan yang berfungsi sebagai bak pembagi ke masing-masing desa. Selebihnya air dialirkan langsung dari sumbernya ke pipa. Disamping rawan gangguan kondisi ini juga tidak menjamin kualitas kejernihan air, kotoran/sampah atau material tumbuhan berupa daun dan ranting bisa ikut masuk kedalam saluran akhirnya menyumbat aliran air dalam paralaon, yang pada akhirnya meningkatkan biaya pemeliharaan.